Gadis dibalik jendela
Malam ini aku tidak bisa memejamkan mataku sama sekali. Rasanya akhir–akhir ini ada yang mengawasi di kamarku. Kucoba untuk membaca sebuah buku cerita agr sedikit terhibur, namun huruf-hurufnya tidak ada yang masuk ke kepalaku. Pukul 22.30, dengan mata masih terbuka ini kucoba untuk menyanyi dalam hati, terkadang aku mulai bersenandung.
Tiba-tiba terdengar suara anak perempuan yang menirukan nyanyianku. Aku langsung berhenti menyanyi. Suara itu hilang. Bulu kuduku merinding, ada yang mengintai dibalik jendela kamarku. Gelap, namun terlihat terang sekali mata yang berkilau itu. Kututup mataku dengan sebuah bantal, aku penasaran kuintip dari balik bantal apa yang yang ada dibalik jendela itu.
Astaga! Seorang gadis berambut panjang melayang diudara, tepat di depan jendela kamarku sedang melambaikan tangannya. Aku menangis karena sangat ketakutan. Ingin rasanya berteriak minta tolong tetapi mulut ini tidak bisa digerakkan.
Gadis itu melebarkan senyumnya, dengan gaun putih itu aku tak berani melihat bentuk tubuhnya. Sangat menakutkan, kenapa bayangan itu tidak segera hilang? Kucoba dengan doa kecil agar gadis itu pergi.
Kulihat lagi ke jendela, syukurlah! Gadis itu pergi. Kini aku bisa tidur dengan tenang… tapi Ya Tuhan! Sekarang dia berada di sisiku.